tips menghasilkan emping kwalitas super

Untuk menghasilkan emping yang berkualitas baik, maka diperlukan kontrol mutu mulai
dari pemilihan bahan baku sampai dengan produk akhir. Berikut penjelasan kontrol mutu yang
dilakukan pada masing-masing tahap:
1. Kontrol Mutu Pada Bahan Baku
Kontrol mutu yang dilakukan pada bahan baku yaitu pada pemilihan bahan baku dan cara
penyimpanan bahan baku.
Pada pemilihan biji melinjo, bila masih ada kulit luarnya, maka biji melinjo dipisah-pisahkan
berdasarkan warnanya, yaitu ada yang berwarna hijau, kuning, dan merah. Biji melinjo yang
berwarna merah merupakan bahan baku pembuatan emping yang terbaik. Sementara yang
berwarna hijau dan kuning biasanya digunakan untuk sayur.

Sedangkan untuk penyimpanan bahan baku dibutuhkan tempat dengan sirkulasi udara yang
lancar. Biji melinjo yang sudah dikupas kulit luarnya, sebelum digunakan untuk produksi
sebaiknya disimpan dahulu supaya kering. Penyimpanan bertujuan untuk memisahkan kulit ari
dari daging biji melinjo.
Standar Penyimpanan Bahan Baku yang Baik:
Agar biji melinjo dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama, caranya yaitu : biji melinjo
disimpan di dalam suatu ruangan yang dilengkapi dengan pendingin atau blower. Hal ini
berguna untuk :
a. Mencegah kutu/hama pada biji melinjo.
b. Agar biji melinjo bisa lebih kering.
c. Menghilangkan debu.
2. Kontrol Mutu pada Tahap Produksi
Pada tahap produksi, kontrol mutu yang dilakukan adalah sbb:
a. Proses pengempingan, secara fisik dapat ditenggarai dari keseragaman ukuran dan bentuk,
kepipihan serta kejernihan emping.
b. Dalam proses pengeringan, ada 2 tahap pengeringan.
i. Tahap pertama, pengeringan bertujuan untuk memperoh emping yang utuh dan jernih
(kering produksi). Pada tahap ini, lama waktu pengeringan di bawah sinar matahari
selama kurang lebih 15 menit, kemudian segera diangkat. Karena kalau terlalu lama,
maka emping akan keriting/tidak rata dan warnanya akan cepat menjadi kuning.
ii. Tahap kedua, pengeringan bertujuan untuk penyimpanan/kering simpan. Pada tahap ini,
emping diangin-anginkan sampai benar-benar kering. Karena kalau tidak benar-benar
kering, maka emping akan cepat berjamur dan bentuk emping bisa berubah.
3. Kontrol Mutu pada Produk Akhir
Kontrol mutu pada produk akhir dilakukan antara lain:
i. Memisahkan emping yang utuh dari yang pecah/hancur
ii. Memisahkan emping yang tipis/pipih dari yang tebal
iii. Memisahkan emping yang ada bintik hitamnya/keruh.

iv. Pengemasan dilakukan dalam plastik yang berkualitas baik, tertutup rapat dan rapi.

v. Produk yang sudah dikemas kemudian disimpat di tempat yang sejuk dan kering dengan
memperhatikan tinggi dan berat tumpukan agar produk tidak rusak/pecah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s